aku terlahir di tanah MERAH PUTIH
INDONESIA lah negriku
aku hidup untuk MERAH PUTIH
yang kukibarkan di dalam jiwaku
MERAH PUTIH bendera negriku
MERAH PUTIH telah membakar hatiku
perjuangan belum selesai
panji MERAH PUTIH patriot bangsaku
kukibarkan MERAH PUTIH di dalam jiwaku
kukibarkan MERAH PUTIH di tanah IBU PERTIWI
udara, laut dan darat MERAH PUTIH berkibarlah
NUSA JAYA INDONESIA ADI JAYA SAKTI
panji-panji mu siap bertarung
demi MERAH PUTIH berkibar di BUMI PERTIWI
cintaku padamu negriku MERAH PUTIH
dengan bangga kusanjung dan kujunjung
Cermin Hati
Cermin Hati adalah jeritan hati dalam bentuk puisi.
Kamis, 25 Juni 2026
Minggu, 18 Mei 2025
JERIT IBU PERTIWI
Ibu Pertiwi merintih sedih menjerit
Hidup melarat demi harkat
Pastikan hidup mencapai akherat
Demi mulia harkat dan martabat
Jangan gadai kan nyawa
Hanya untuk menggapai harta
Hidup di dunia yang fana
Semu dan hanya fata morgana
Hakekat manusia terjerat
Dalam tipu daya penuh muslihat
Rasa ingin meraih dunia secepat kilat
Jalan kan segala cara penuh jerat
Sadar lah diri dalam jiwa
Raga hanya pakaian sementara
Jangan sampai jiwa menjadi sengsara
Terbelenggu dalam keserakahan dunia
🙏🙏🙏
Gelegar
Hujan rintik-rintik, air jatuh di atas kolam.
Tenang.
Gelegar!.
Tak terduga dalam sekejap saja ketenangan itu berubah menakutkan.
Tanpa sempat berpikir atau bertindak apapun, semua terjadi dalam sekejap mata.
Gusti maha agung, alam semesta berseru.
Gelar alam yang tak dapat di hindari atas segala kelalaian mahluk mulya di atas bumi.
Mahluk mulia di atas bumi, manusia.
Manusia bermetamorfosa dalam harkat dan martabat menjadi hina.
Kesadaran manusia sebagai ciptaan Tuhan yang mulia telah lalai oleh ke inginan dan atau hawa nafsu.
Tatanan dunia global mengubah sifat-sifat dasar manusia.
Kesadaran manusia pada tanggung jawab nya sebagai manusia telah hilang.
Rasa dan rumasa tidak menjadi pertimbangan dalam mengambil tindakan, perbuatan dan pikiran.
Mengikuti tatanan hidup global, menjadikan manusia hidup tanpa makna.
Sadar dalam kesadaran sebagai mahluk mulia ciptaan Sang Maha.
Kamis, 13 Februari 2025
LARON
Laron dalam tasbih mu, engkau rela mati dalam cahaya.
Cahaya lampu akan membunuhmu,
Menghancurkan sayapmu,
Engkaupun terjatuh dan mati
Mahluk kecil berjiwa ksatria
Hidup sebagai pejuang bangsa
Rela mati demi keutuhan NKRI
Walau mati “aku telah berbuat”
Berjuang demi kemakmuran rakyat sejahtera
Walau harus menghadapi gurita raksasa
Akan ku keringkan samudra
Gurita raksasa pasti mati merana
Laron, aku akan hidup abadi
Sampai rakyat negri ini hidup sejahtera dan damai
Agar aku dapat kembali
Ke tempat istirahat nan abadi.
MERDEKA!!.
Senin, 20 Januari 2025
AIR MATA
Raja Perang, Pangeran Perdamaian
airmatamu di simpan oleh Hyang Prabu Ciung Wanara
Prabu Ciung
Wanara
Sang Manarah,
Prabu Suratama Kusumah
Prabu Jaya Perkosa Mandaleswara Salakabuwana
Kerajaan Galuh (739-783 M).
Kerajaan Galuh (739-783 M).
Sabtu, 24 Februari 2018
cinta abadi
sekeping hati yang penuh rindu
cinta abadi yang telah terpatri
alam semestapu tak sanggup memisahkan
dua hati yang terpatri dalam cinta abadi
hati yang pernah tertaut pada kekasih hati
tak terpisahkan jarak dan waktu
cinta abadi telah dibawa mati
cinta badi akan kembali
kepada kekasih hati aku berkata
"aku mencintaimu di hidup dan matimu"
maut tak akan memidahkan rasa cinta ini
kasih telah kuerikan cinta abadi untukmu
sekeping hati yang penuh rindu
terpatri dalam jiwa abadi
berkelana di jagat raya
mencari kembali cinta sejati
cinta abadi yang telah terpatri
alam semestapu tak sanggup memisahkan
dua hati yang terpatri dalam cinta abadi
hati yang pernah tertaut pada kekasih hati
tak terpisahkan jarak dan waktu
cinta abadi telah dibawa mati
cinta badi akan kembali
kepada kekasih hati aku berkata
"aku mencintaimu di hidup dan matimu"
maut tak akan memidahkan rasa cinta ini
kasih telah kuerikan cinta abadi untukmu
sekeping hati yang penuh rindu
terpatri dalam jiwa abadi
berkelana di jagat raya
mencari kembali cinta sejati
TERBUANG
aku yang terbuang dalam kehidupan
hidup sendiri tak ada sanak saudara
jauh dari teman dan kenalan
terlunta, tertatih seorang diri
tak seorangpun sudi memandangku
pakaian sederhana tanpa riasan
terlalu tampak sangat amat sederhana
tak berkeinginan menebar pesona
aku yang terbuang dalam kehidupan
berkelana mencari yang tidak kucari
mendapatkan yang tidak pernah terbayangkan
teka-teki yang hampir terjawab
aku adalah jati diri yang harus kujawab
tak seorangpun yang menginginkan aku
biarkanlah kulalui hari-hari di bumi nan sepi
menanti yang terjadi di suatu hari nanti
hidup sendiri tak ada sanak saudara
jauh dari teman dan kenalan
terlunta, tertatih seorang diri
tak seorangpun sudi memandangku
pakaian sederhana tanpa riasan
terlalu tampak sangat amat sederhana
tak berkeinginan menebar pesona
aku yang terbuang dalam kehidupan
berkelana mencari yang tidak kucari
mendapatkan yang tidak pernah terbayangkan
teka-teki yang hampir terjawab
aku adalah jati diri yang harus kujawab
tak seorangpun yang menginginkan aku
biarkanlah kulalui hari-hari di bumi nan sepi
menanti yang terjadi di suatu hari nanti
Langganan:
Postingan (Atom)